Ø Tujuan
Penulis
Mengetahui
bahwa media sekarang itu tidak bersifat netral dan menjadi ajang perebutan
makna berbagai kepentingan, perebutan ini juga hanya akan memihak dan
menguntungkan diri sendiri atau salah satu kelompok tertentu serta mengetahui
juga bahwa para wartawan banyak yang mengikuti arus.
Ø Fakta
Unik
a. Kerendahan hati palsu dan semu sebagai sekadar
pengelola media, apa yang disebut berita hanya terakali dan termanfaatkan
sebagai corong propaganda kaum politisi yang licin, promosi gratis para cukong,
khotbah nabi-nabi gadungan, kilah aparatur negara, dan pembenaran diri golongan
militer yang mentalitasnya setara preman;
b. Wartawan bukanlah wartawan, melainkan sekadar
instrumen media yang bekerja seperti robot dan wartawan menjadi mesin bahasa
canggih bagi kegagapan para pemikir medioker;
Ø Pertanyaan
Yang Muncul
a.
Apakah wartawan terbawa arus ?
b. Bagaimana dampaknya jika para
wartawan terbawa arus ?
c. Apakah para wartawan masih bisa merebut peran
dengan menjadikan kembali media sebagai panglima?
Ø Refleksi
Diri
Setelah
saya membaca artikel media sebagai penglima dari Seno Gumbira Ajidarma saya
mengerti bahwa media sekarang itu tidak bisa bersifat netral melainkan media
sebagai ajang untuk keuntungan sendiri.
Ø Bibiografi
Artikel
ini ditulis oleh Seno Gumbira Ajidarma ,Kebon jeruk, selasa 4 juni 2013. 17:08
tentang "Media Sebagai Panglima".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar