Selasa, 07 Oktober 2014

Review Artikel Media Sebagai Panglima



Ø Tujuan Penulis
Mengetahui bahwa media sekarang itu tidak bersifat netral dan menjadi ajang perebutan makna berbagai kepentingan, perebutan ini juga hanya akan memihak dan menguntungkan diri sendiri atau salah satu kelompok tertentu serta mengetahui juga bahwa para wartawan banyak yang mengikuti arus.
Ø Fakta Unik
a.  Kerendahan hati palsu dan semu sebagai sekadar pengelola media, apa yang disebut berita hanya terakali dan termanfaatkan sebagai corong propaganda kaum politisi yang licin, promosi gratis para cukong, khotbah nabi-nabi gadungan, kilah aparatur negara, dan pembenaran diri golongan militer yang mentalitasnya setara preman;
b.  Wartawan bukanlah wartawan, melainkan sekadar instrumen media yang bekerja seperti robot dan wartawan menjadi mesin bahasa canggih bagi kegagapan para pemikir medioker;
Ø  Pertanyaan Yang Muncul
a. Apakah wartawan terbawa arus ?
b. Bagaimana dampaknya jika para wartawan terbawa arus ?
c.  Apakah para wartawan masih bisa merebut peran dengan menjadikan kembali media sebagai panglima?
Ø  Refleksi Diri
Setelah saya membaca artikel media sebagai penglima dari Seno Gumbira Ajidarma saya mengerti bahwa media sekarang itu tidak bisa bersifat netral melainkan media sebagai ajang untuk keuntungan sendiri.
Ø  Bibiografi
Artikel ini ditulis oleh Seno Gumbira Ajidarma ,Kebon jeruk, selasa 4 juni 2013. 17:08 tentang "Media Sebagai Panglima". 

Selasa, 30 September 2014

Wayang Kulit Yang Mulai Tidak Di Minati Oleh Kaum Remaja Saat Ini

Wayang kulit adalah salah satu kesenian tradisional jawa yang terutama berkembang di Indonesia, wayang kulit dimainkan oleh seorang dalang yang menjalankan dialog tokoh-tokoh wayang, dengan di iringi oleh musik gamelan dan penyanyi tembang yang dinyanyikan para pesinden.
          Tapi dengan seiring perkembangan jaman, di era modern ini pertunjukan atau wayang kurang di minati khususnya para remaja atau anak muda jaman sekarang. Mereka menganggap bahwa pertunjukan wayang merupakan salah satu pegelaran yang membosankan, dan tidak mengerti bahasa yang disampaikan oleh dalang karena bahasa yang digunakan adalah bahasa jawa halus (kromo).
          Sekarang ini wayang kulit kurang digemari khususnya kaum remaja karena beberapa faktor diantaranya :
Ø Masuknya Budaya Asing
Budaya asing yang kini menggerus budaya nusantara khususnya wayang kulit, sehingga hal tersebut berdampak pada remaja jaman sekarang. Karena remaja jaman sekarang beranggapan bahwa pertunjukan wayang kulit sudah ketinggalan jaman. Dengan kondisi seperti ini bukan tidak mungkin generasi remaja yang selanjutnya akan tidak mengenal wayang kulit.
Ø Globalisasi

Dampak globalisasi yang mempengaruhi gaya hidup remaja saat ini juga akan berdampak pada kurang nya minat untuk menyesuaikan pertunjukan wayang kulit, karena di era saat ini kecanggihan tekhnologi semakin berkembang dikalangan remaja saat ini yang membuat remaja lebih memiliki kecanggihan yang saat ini mulai berkembang dan menjadikan nya tren masa kini. Sehingga pagelaran wayang mulai tidak disukai para anak muda jaman sekarang.

Selasa, 16 September 2014

Menyesuaikan Hidup Mandiri


Kebanyakan dimasa sekarang ketika menginjak remaja ataupun dewasa masih sulit untuk lepas dari lingkungan keluarga dimana kebanyakan masih tergantung dengan kehidupan orang tua yang selalu ada disamping nya ,dan disaat mereka harus hidup juah dari orang tua mereka cenderung susah menyesuaikan kesehariannya krna dimana mereka biasa hidup dalam kalangan keluarga atau orang tau dan mereka harus menyesuaikan hidup mandiri diantaranya :   1. menyadari bahwa tidak selamanya ada disamping orang tua
2.  lebih tegar menjalani hidup
3.  menyadari  tidak selamanya tergantungan
4. berfikir lebih dewasa
5. menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya